JULI 2020

Perayaan Ekaristi Awal Tahun Pelajaran 2020 – 2021

Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

 

Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus (NT:2).

Kutipan nasihat terakhir Santa Angela mengawali Perayaan Ekaristi awal tahun pelajaran 2020 – 2021 Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi yang terdiri dari TB – TK, SD, dan SMP sekaligus   merayakan ulang tahun SD Yuwati Bhakti ke-94. Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Yustinus Dwi Karyanto pada hari Jumat, 17 Juli 2020 pukul 10.00 – 11.00 dihadiri oleh seluruh Suster Ursulin Komunitas Sukabumi dan karyawan/i Kampus Yuwati Bhakti. Peserta didik dan orangtua mengikuti Perayaan Ekaristi secara live streaming di rumah masing-masing.

“Panggilan mendidik merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa dan mulia  dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. Sudah Sepatutnya para pendidik bersyukur atas berkat Tuhan itu dengan memberikan pelayanan  yang optimal dan sepenuh hati kepada peserta didik supaya mereka menjadi penerus bangsa  yang cerdas, berkualitas,  dan bertanggung jawab,” ungkap Romo Dwi mengawali homilinya.  Bacaan Injil yang diambil dari Matius 13: 44 - 46 tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga diperjelas Romo Dwi dengan mengisahkan seorang raja yang meminta dua putrranya memandang ke sungai agar menemukan sesuatu demi memajukan kerajaan yang akan diwariskannya. Ternyata kedua pangeran  memiliki pandangan yang berbeda. Yang pertama hanya melihat batu-batu berserakan, sedang yang  kedua menyaksikan berbagai patung dan bunga-bunga indah terbuat dari batu. Raja pun dengan mudah dapat melihat siapa yang akan mengantikannya.  Kesimpulan dari bacaan Injil dan cerita itu adalah bahwa di dalam diri manusia terdapat harta terpendam dan mutiara yang berharga yaitu bakat/kemampuan yang harus ditemukan secara pribadi  dalam diri tiap insan, diasah, dan dikembangkan dengan bantuan rahmat Tuhan agar tumbuh dan berbuah untuk karya keselamatan dan  bermanfaat bagi banyak orang.

Dalam sambutannya, Sr. Elisabeth Sri Utami, OSU mengajak semua warga Kampus Yuwati Bhakti mengawali tahun pelajaran 2020 – 2021 dengan semangat baru. Para pendidik, tata usaha, maupun tenaga penunjang dituntut mengerahkan seluruh kemampuan  untuk menggali dan mengembangkan bakat yang dimiliki untuk melayani peserta didik dengan penuh kasih dan semangat serviam.  Kreativitas, inovasi, dan kemampuan memanfaatkan sarana prasarana yang dimiliki sekolah dan kemajuan teknologi harus dieksplorasi secara optimal agar peserta didik dan orangtua terlayani dengan baik selama pembelajaran  daring. Peserta didik pun harus berjuang dengan tekun, jujur, pantang menyerah dan tepat waktu mengerjakan tugas. Inilah saatnya berlatih mandiri dan bertanggung jawab. Situasi pandemi ini janganlah mematahkan  semangat dan mengerdilkan kreativitas namun justru semakin meningkatkan semangat, kreativitas, inovasi, dan keberanian menciptakan inovasi baru dan memantapkan langkah dalam mewujudkan pemimpin masa depan yang berpola pikir sains. Salam sehat. Salam serviam.

 

    

    

 

Ursulin Sukabumi Berbagi

Kamis, 14 Mei 2020  Ursulin Sukabumi yang dikenal oleh masyarakat melalui karya di sekolah Yuwati Bhakti dan Rumah Retret “Griya Angela”  ikut serta menanggapi ajakan Bapa Paus Fransiskus pemimpin spiritual untuk bersatu dalam doa, puasa, dan karya amal guna memohon agar Tuhan membantu umat manusia mengatasi pandemi virus corona. Doa yang memiliki nilai universal ini  dilakukan oleh semua umat beragama di seluruh dunia dengan ujud doa khusus penanganan covid 19, tenaga medis, dan harapan agar virus ini segera berakhir. Puasa berarti bermati raga mengendalikan segala ego, kesenangan duniawi, dan empati dengan kaum lemah yang diwujudnyatakan melalui karya amal. Bukan besarnya, banyaknya atau nilai lebihnya yang diberikan tetapi kualitas kasih dan ketulusan  hati yang terkandung dalam doa, puasa, dan karya amal ini yang hendak dipersembahkan kepada  Tuhan, Sang Pemberi hidup. 

Doa dilaksanakan dari pagi hari hingga malam hari mulai dengan doa ofisi, ekaristi dan adorasi secara bergiliran di Kapel Ursulin, Jalan Suryakencana No. 39 Sukabumi. Puasa dilakukan oleh  para suster, pegawai kependidikan dan penunjang sekaligus solider dengan umat muslim yang sedang menjalankan puasa Ramadhan. Karya amal dilakukan dengan membagikan 100 paket sembako kepada sopir angkot yang setiap hari lewat di depan Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi dan 35 keluarga yang terdampak Covid 19. Sebelumnya kami juga telah berbagi kepada keluarga sekitar yang kekurangan,  pemulung, dan tukang becak. Meski tidak banyak, diharapkan paket sembako ini dapat memberikan secercah kebahagiaan dalam keluarga mereka di tengah pandemi yang sedang melanda dunia ini dan berdampak langsung dengan adanya PSBB.

Beberapa sopir sempat berbagi pengalaman dengan kami di sela-sela pengambilan paket sembako, salah satunya Bapak Nanang yang sehari-hari membawa angkot nomor 14 berwarna putih denngan rute Jalan Bhayangkara – Dept. Jogya. Bapak dari tujuh anak tersebut menceritakan bahwa selama pandemi ini sangat susah mencari penumpang, apalagi selama PSBB di Kota Sukabumi, hanya boleh membawa 50% kapasitas penumpang. Ini sangat menyulitkan dirinya yang setiap hari  harus menyerahkan uang setoran kepada pemilik angkot antara Rp 60.000 – Rp 80.000. Menurutnya, bantuan sembako semacam ini sangat membantu untuk kelangsungan hidup mereka meski hanya beberapa hari, sebab selama pandemi ini, mereka hanya memperoleh penghasilan maksimal Rp 30. 000 per hari. Namun mereka tetap sabar, tawakal, berserah pada Tuhan, dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menggunakan masker, menjaga jarak fisik, dan segera kembali ke rumah bersama keluarga ketika hari menjelang senja.

Semoga doa, puasa, dan karya amal yang dilakukan serentak oleh umat manusia di seluruh dunia hari ini didengar dan diterima oleh Tuhan Sang Pencipta alam semesta. Duka dunia segera terlewati, umat manusia dapat beraktivitas normal kembali dengan hidup yang baru, lebih manusiawi, toleran, serta mengedepankan  kebahagiaan sesama dan alam semesta serta makhluk ciptaan Tuhan lainnya.