AGUSTUS 2020

Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi Memaknai Pandemi

     

Sejak tanggal 15 Maret 2020 hingga kini, peserta didik dan pendidik Kampus Yuwati Bhakti melaksanakan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah (Learn and Work from Home) sesuai anjuran pemerintah untuk memutus rantai penularan covid 19. Tentu saja metode pembelajaran berubah total. Berbagai media online menjadi pilihan seperti whatshap, video call, video tutorial, dan aplikasi zoom menjadi pilihan.

Di tengah keprihatinan ini, warga Kampus Yuwati Bhakti  memaknai pandemi sebagai suatu rahmat dan kesempatan yang diberikan Tuhan  untuk mengubah pola hidup baik secara pribadi maupun kelompok. Para pendidik semakin terpacu mempelajari aplikasi pembelajaran online yang lebih banyak lagi agar mampu memberikan pelayanan secara maksimal. Hidup lebih dekat dengan Tuhan, peduli keluarga, kebersihan, dan kesehatan, kreatif, dan memiliki banyak waktu untuk memikirkan tujuan, visi dan misi hidup, berbenah diri, mengubah cara hidup, cara kerja, serta relasi dengan sesama dan Tuhan. Peran orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga pun sangat menonjol. Akhirnya, rasa syukur dan  bersikap nrimo atas rahmat profesi dan keberadaannya sebagai seorang pendidik  mampu memberi motivasi bagi peserta didik dan orangtua selama pandemi. Menghargai dan mengapresiasi  jasa  orang lain, seperti tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam perang melawan covid 19 sangat penting.

Perubahan positif pun terjadi. Pendidik  berjuang membuat video tutorial dan mempelajari aplikasi zoom untuk menyapa dan menjelaskan materi kepada peserta didik secara online, yang selama ini jarang dilakukan. Peserta didik semakin sadar atas perannya sebagai pelajar, anak, dan anggota masyarakat, berani mengekspresikan diri  dengan meng-upload video kegiatannya di youtube, dan secara sadar menghayati nilai-nilai pendidikan yang diajarkan di sekolah, salah satunya disiplin stay at home. Orangtua semakin sadar akan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak dan setia membimbing mereka dalam mengerjakan tugas sekolah.

Meski berat bagi siapa pun dampak  pandemi ini, semoga setitik rahmat  yang bisa tergenggam mampu memberi energi dan kesanggupan untuk tetap survive serta menyalurkan energi baru bagi orang lain.

    

    

 

Insieme Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi

   

Pandemi covid 19 masih melanda dunia, tak terkecuali Indonesia meski telah  lewat satu semester.   Semua harus berubah jika mau bertahan, tak terkecuali pembelajaran di sekolah. Hampir seluruh Indonesia melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), entah sampai kapan. Tentu saja media dan metode pembelajaran pun berubah. Semua pendidik mau tak mau harus terjun ke dunia digital. Demikian juga yang terjadi di Kampus Yuwati Bhakti Sukabumi, semua pendidik dan tenaga kependidikan saling membantu memperlancar PJJ  agar peserta didik terpenuhi kebutuhannya dalam proses pembelajaran.

Rasa penat, stress, pusing, capek, pasti dirasakan dan sangat berpengaruh pada kesehatan. Untuk mengatasi semua rasa itu, Kampus Yuwati Bhakti sepakat mengadakan kegiatan olahraga bersama setiap hari Sabtu dengan tujuan meningkatkan kebugaran tubuh, mempererat persaudaraan, membangun komunikasi efektif antar pribadi, bergembira bersama, dan rileksasi. Harapannya, kegembiraan dan komunikasi yang efektif mampu meningkatkan imun tubuh dan motivasi dalam melayani peserta didik.

Kegiatan bersama ini telah dilakukan sejak tanggal 18 Juli dikoordinir oleh unit SD, 25 Juli oleh unit TB-TK, dan 8 Agustus 2020 dikoordinir oleh unit SMP. Doa bersama selalu menjadi awal kegiatan kami untuk bersyukur dan memohon berkat Tuhan. Senam bersama menjadi momen kebersamaan seluruh staf kampus yang dilanjutkan dengan olahraga berpasangan seperti badminton, basket dan volly (beregu) atau sekedar menjadi suporter. Yang terpenting dalam kegiatan ini adalah kebersamaan (insieme) untuk saling mengisi dan melengkapi, sehingga pada saat pembelajaran berlangsung keterikatan satu sama lain makin kuat, seperti yanng diwariskan oleh Santa Angela Merici dalam nasihat terakhir (NT: 1-2) yang berbunyi “Hiduplah dalam keserasian, bersatu, sehati sekehendak, terikat satu sama lain dengan cinta kasih, saling menghargai, saling membantu, saling bersabar dalam Yesus Kristus.